Pertamina dan FHCI: Sinergi untuk Masa Depan Ketenagakerjaan yang Berkelanjutan

Jumat, 25 Oktober 2024 | 16:44:43 WIB

Bali – Peran Human Capital sangat penting dalam menjaga kelangsungan pertumbuhan bisnis dan pencapaian target perusahaan melalui penciptaan lingkungan kerja yang inklusif dan harmonis.

Dalam upaya mewujudkan tujuan tersebut, Pertamina bekerja sama dengan Forum Human Capital Indonesia (FHCI) mengadakan acara Employee & Industrial Relations Conference (EIRC) 2024. Acara ini berlangsung pada 19-20 September 2024 di The Patra Resort & Villas, Bali. Mengusung tema "Empowering The Future Workforce: Innovation, Resilience & Employee Well-Being To Create A Respectful Workplace," EIRC tahun ini bertujuan untuk meningkatkan hubungan antara manajemen dan karyawan.

Deputi Bidang Sumber Daya Manusia, Teknologi, dan Informasi Kementerian BUMN, Tedi Bharata, menjelaskan bahwa forum EIRC 2024 sejalan dengan transformasi yang sedang berlangsung di lingkungan BUMN, mencakup aspek tata kelola, proses bisnis, serta pengembangan SDM. Ia menekankan bahwa hubungan industrial dan karyawan adalah komponen krusial dalam pengembangan sumber daya manusia.

Tedi menambahkan bahwa Kementerian BUMN sedang melakukan transformasi melalui arsitektur human capital, yang menekankan pentingnya membangun hubungan yang harmonis dan sinergi antara pimpinan dan karyawan.

“Kami berharap seluruh BUMN, termasuk anak perusahaan dan afiliasinya, dapat membangun hubungan yang harmonis dengan karyawan. Ini akan menjadi kunci dalam mendorong kinerja yang lebih baik,” ungkap Tedi.

Dalam kesempatan itu, Tedi juga mengajak semua BUMN untuk saling mendukung, sehingga sinergi yang terjalin dapat memperkuat peran BUMN sebagai pencipta nilai dan agen pembangunan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan sosial.

“FHCI diharapkan menjadi katalisator dalam menjembatani komunikasi yang lebih baik dan menjadi forum untuk berbagi pengalaman antar BUMN. Kami berkomitmen untuk mendukung semua BUMN dalam menjalin kerja sama yang kuat melalui FHCI,” imbuh Tedi.

Ketua Umum FHCI, Agus Dwi Handaya, menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian BUMN, FHCI, dan Pertamina dalam menciptakan hubungan yang harmonis antara manajemen dan karyawan, sehingga kesejahteraan pekerja dapat sejalan dengan peningkatan kinerja perusahaan.

Sementara itu, Direktur Sumber Daya Manusia Pertamina sekaligus Ketua Bidang 4 Employee & Industrial Relations, M. Erry Sugiharto, menjelaskan bahwa EIRC 2024 menjadi forum untuk mengeksplorasi dan membahas isu-isu hubungan industrial antara manajemen dan pekerja.

“Harapannya, kita dapat menemukan solusi terbaik untuk berbagai isu yang muncul antara pengusaha dan pekerja, demi mencapai aspirasi perusahaan,” tutup M. Erry Sugiharto.

Sebagai kesimpulan, hubungan industrial berfungsi sebagai alat utama dalam menyeimbangkan kepentingan pengusaha dan pekerja, sehingga dapat menjamin stabilitas dan harmoni, serta meningkatkan produktivitas dan budaya kinerja yang tinggi.

Sebagai perusahaan terdepan dalam transisi energi, Pertamina berkomitmen untuk mendukung target Net Zero Emission 2060 dan terus mendorong program-program yang berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Semua inisiatif ini sejalan dengan penerapan prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina.

Terkini