JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon mencatat lonjakan signifikan dalam jumlah penumpang selama masa libur Tahun Baru Imlek 2026. Selama periode layanan 13 hingga 17 Februari 2026, total penumpang yang dilayani mencapai 68.024 orang, terdiri dari 33.836 penumpang naik dan 34.188 penumpang turun di wilayah operasional Cirebon.
Dominasi Arus Penumpang Selama Libur Imlek
Lonjakan penumpang kereta api yang melintasi wilayah Daop 3 Cirebon ini menunjukkan mobilitas masyarakat yang tinggi di awal tahun, khususnya pada momen libur panjang Imlek. Manajer Humas PT KAI Daop 3 Cirebon Muhibbuddin mengatakan bahwa tingginya animo masyarakat untuk bepergian selama libur ini sejalan dengan meningkatnya aktivitas sosial dan liburan keluarga, termasuk perjalanan mudik menuju kampung halaman maupun bepergian antarkota.
Data yang dirilis PT KAI hingga 17 Februari 2026 menunjukkan bahwa lonjakan penumpang tidak sekadar mobilitas rutin, tetapi terdapat tren peningkatan yang nyata dibandingkan hari biasa. Total 68.024 penumpang selama lima hari tersebut menandai permintaan layanan yang cukup tinggi di jalur utara Pulau Jawa, salah satu koridor penting bagi perjalanan kereta api antarkota.
Strategi KAI Daop 3 Cirebon Menyambut Lonjakan Penumpang
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang selama Imlek 2026, PT KAI Daop 3 Cirebon telah menyiapkan layanan dan fasilitas yang memadai. Dalam periode libur panjang ini, pihak Daop 3 Cirebon menyediakan sejumlah tiket tiket harian sampai dengan total 29.945 tempat duduk, dengan rata-rata sekitar 5.000 kursi tersedia bagi calon penumpang setiap harinya. Layanan tersebut mencakup tujuh perjalanan kereta api yang dioperasikan baik rute reguler maupun tambahan guna memenuhi permintaan perjalanan masyarakat yang meningkat tajam.
Penyiapan kapasitas tempat duduk yang cukup besar ini juga merupakan bagian dari strategi KAI dalam menjaga kenyamanan pelanggan pada masa puncak permintaan angkutan libur nasional. Dengan adanya tambahan perjalanan dan tiket yang disiapkan setiap hari, KAI berharap dapat memberikan layanan yang aman dan nyaman sekaligus mencegah lonjakan penumpang yang berlebihan pada satu titik keberangkatan tertentu.
Pola Pergerakan Penumpang yang Terpantau
Berdasarkan pantauan data sampai dengan puncak layanan 17 Februari, arus perjalanan tidak hanya didominasi oleh keberangkatan saja, tetapi juga kedatangan dari berbagai kota tujuan yang mencapai angka hampir seimbang antara penumpang naik dan turun. Hal ini mencerminkan mobilitas yang intens pada liburan kali ini, dengan Cirebon berfungsi sebagai salah satu titik transit penting bagi para penumpang yang melakukan perjalanan ke daerah lain maupun sebagai tujuan wisata.
Peningkatan mobilitas juga merupakan refleksi dari peralihan moda transportasi masyarakat dari penggunaan kendaraan pribadi ke moda transportasi umum kereta api yang dianggap lebih efisien dan dapat menghindari kemacetan parah yang biasanya terjadi di musim liburan panjang. Terlebih lagi, dengan ketersediaan layanan tambahan oleh PT KAI, konsumen mendapatkan akses lebih luas terhadap jadwal keberangkatan yang sesuai dengan kebutuhan perjalanan mereka.
Dampak Ekonomi Lokal di Sekitar Stasiun Cirebon
Lonjakan penumpang kereta api di Cirebon selama libur Imlek ini juga memberikan dampak pada aktivitas ekonomi lokal di sekitar stasiun. Dengan meningkatnya jumlah pengunjung yang keluar masuk wilayah Cirebon, aktivitas sektor transportasi lanjutan, seperti ojek dan angkutan lokal, turut mengalami peningkatan. Tak hanya itu, sektor perhotelan, kuliner, dan dagang yang berada di kawasan sekitar stasiun juga mendapat kesempatan untuk meningkatkan pendapatan selama masa libur panjang ini.
Para pelaku usaha lokal mengakui bahwa libur panjang seperti Imlek menjadi momentum penting bagi mereka untuk meraih keuntungan yang lebih tinggi. Hal ini tidak terlepas dari tingginya arus wisatawan dan keluarga yang memanfaatkan waktu libur mereka, sekaligus menambah dinamika ekonomi di pusat-pusat kota transit seperti Cirebon yang strategis di jalur utara Pulau Jawa.
Kesiapan KAI dalam Melayani Angkutan Libur Nasional
Lonjakan penumpang yang terjadi di Cirebon ini juga sejalan dengan tren nasional yang mencatat peningkatan volume penumpang kereta api selama periode libur panjang, termasuk masa Imlek. PT Kereta Api Indonesia secara umum mencatat puluhan hingga ratusan ribu pelanggan di berbagai relasi perjalanan di seluruh Indonesia pada momen awal libur panjang, menunjukkan bahwa moda transportasi rel menjadi salah satu pilihan utama masyarakat untuk bepergian saat libur nasional.
Dengan pengalaman melayani permintaan tinggi ini, KAI terus berupaya meningkatkan kualitas layanan dan kesiapan operasionalnya, termasuk menambah perjalanan, menyiapkan fasilitas pendukung, serta menjaga keselamatan penumpang guna mengakomodasi kebutuhan transportasi masyarakat pada setiap momen libur besar nasional.