JAKARTA - Kebutuhan baja untuk sektor galangan kapal Indonesia diperkirakan akan mengalami lonjakan signifikan dalam beberapa tahun ke depan.
PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. (KRAS), produsen baja terbesar di Indonesia, memproyeksikan pertumbuhan kebutuhan baja untuk industri perkapalan nasional akan tumbuh dalam angka dua digit.
Hal ini sejalan dengan dorongan pemerintah dan industri untuk memperkuat sektor maritim Indonesia, yang kini semakin memerlukan pasokan bahan baku berkualitas tinggi untuk mendukung produksi kapal dalam negeri.
Industri Galangan Kapal Indonesia Mengalami Pertumbuhan Pesat
Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha PT Krakatau Steel, Hernowo, menyebutkan bahwa hingga saat ini, perseroan telah rutin memasok sekitar 400.000 ton baja per tahun untuk industri galangan kapal Indonesia.
Namun, dengan program peningkatan kapasitas industri perkapalan, jumlah pasokan baja diperkirakan akan meningkat pesat. Hal ini terjadi seiring dengan meningkatnya permintaan akan kapal-kapal produksi dalam negeri yang harus dipenuhi oleh galangan-galangan kapal lokal.
"Jika kapasitas galangan kapal dalam negeri dapat dimaksimalkan, dan penggunaan material lokal diperkuat, kebutuhan baja untuk industri ini dapat meningkat dua kali lipat," ujar Hernowo.
Hal ini menunjukkan optimisme industri baja Indonesia dalam mendukung pengembangan industri galangan kapal nasional yang semakin berkembang.
Penguatan Sektor Maritim dan Impor Baja
Hernowo juga menjelaskan bahwa sebagian besar baja yang digunakan untuk galangan kapal Indonesia berasal dari produksi domestik, dan meskipun industri galangan kapal tumbuh pesat, bahan baku utama untuk kapal-kapal tersebut masih sangat bergantung pada pasokan baja dari luar negeri.
Dengan terus mengedepankan bahan baku lokal, industri galangan kapal Indonesia dapat semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan baja.
Baja menjadi elemen yang sangat vital dalam industri perkapalan, mengingat konstruksi kapal memerlukan material yang sangat kuat dan tahan lama.
Sebagai industri yang membutuhkan volume besar baja, galangan kapal menjadi pasar utama bagi PT Krakatau Steel untuk meningkatkan produksi dan memastikan stabilitas pasokan baja di dalam negeri.
Peran Danantara dalam Menunjang Produksi Baja Nasional
Salah satu inisiatif yang tengah dijalankan adalah kerja sama antara PT Krakatau Steel dengan Danantara Indonesia, sebuah lembaga yang berfokus pada sektor industri perkapalan dan transportasi.
Danantara, yang mendukung PT Krakatau Steel dalam memperkenalkan produk baja domestik ke sektor galangan kapal, berharap agar perusahaan-perusahaan besar yang bergerak di bidang transportasi seperti PT Pelni, PT Pertamina International Shipping, dan PT ASDP mulai beralih untuk menggunakan kapal yang diproduksi di dalam negeri.
COO Danantara, Dony Oskaria, menegaskan bahwa untuk meningkatkan industri perkapalan di Indonesia, pihaknya akan mewajibkan perusahaan-perusahaan yang membutuhkan manufaktur kapal dalam lingkup Danantara untuk memproduksinya di fasilitas galangan milik PT PAL Indonesia.
"Dengan penguatan sektor maritim yang fokus pada galangan kapal domestik, kami bisa memastikan bahwa permintaan baja yang meningkat akan terserap dengan baik," ujar Dony.
Potensi Industri Baja Indonesia Meningkatkan Daya Saing Global
Peningkatan kapasitas produksi baja domestik, terutama untuk kebutuhan galangan kapal, merupakan langkah penting dalam menjaga daya saing industri Indonesia di pasar global.
Dengan peran strategis PT Krakatau Steel dalam pasokan baja untuk berbagai sektor, termasuk industri galangan kapal, Indonesia memiliki peluang besar untuk memperkuat posisinya sebagai produsen kapal dan bahan baku kapal di kawasan Asia.
Penguatan sektor galangan kapal ini juga beriringan dengan program pemerintah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur laut dan mendukung pengembangan industri maritim yang lebih ramah lingkungan.
Seiring dengan tumbuhnya permintaan untuk kapal dalam negeri, industri baja Indonesia akan mengalami peningkatan produksi dan penyerapan tenaga kerja yang lebih besar, yang berdampak positif terhadap perekonomian nasional.
Ke depannya, dengan adanya kerjasama yang solid antara Krakatau Steel, Danantara, dan sektor galangan kapal Indonesia, permintaan baja untuk sektor galangan kapal diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah produksi kapal di dalam negeri.
Pasokan baja yang lebih besar dan penggunaan bahan baku lokal akan memberikan keuntungan jangka panjang bagi industri maritim nasional dan memastikan Indonesia dapat bersaing dengan negara-negara produsen kapal lainnya di dunia.