JAKARTA - Harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia per 21 Februari 2026 tetap berada pada level yang relatif stabil, dengan pasokan yang umumnya aman di SPBU Pertamina dan jaringan lainnya, sementara beberapa produk di SPBU Shell dilaporkan mengalami keterbatasan stok.
Harga BBM di SPBU Pertamina
Di hampir seluruh wilayah Indonesia, BBM dari PT Pertamina (Persero) tersedia dengan harga yang relatif stabil. Varian BBM seperti Pertalite, Biosolar, Pertamax, Pertamax Turbo, dan BBM diesel lainya masih dijual sesuai dengan daftar harga yang berlaku sejak awal bulan Februari 2026. Harga Pertalite, yang merupakan BBM subsidi utama, masih berada di kisaran Rp10.000 per liter di banyak daerah.
Sementara itu BBM non-subsidi seperti Pertamax dan Pertamax Turbo tercatat berada pada angka Rp11.800 hingga Rp12.700 per liter di wilayah Pulau Jawa dan Bali. Varian diesel seperti Dexlite dan Pertamina Dex juga dipasarkan dengan harga tetap di kisaran Rp13.250 hingga Rp13.500 per liter.
Pemerintah melalui Pertamina sendiri menegaskan bahwa penyesuaian harga BBM non-subsidi dilakukan sejak 1 Februari 2026 untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus menyesuaikan dengan fluktuasi pasar energi global. Sementara itu BBM bersubsidi tetap tidak mengalami perubahan harga, sebagai langkah stabilisasi kebutuhan energi masyarakat luas.
Kelangkaan di Jaringan Shell
Berbeda dengan ketersediaan di SPBU Pertamina, sejumlah lokasi jaringan SPBU Shell dilaporkan mengalami keterbatasan stok, terutama untuk produk Shell V-Power. Beberapa unit di wilayah seperti Lamongan dan Mojokerto menunjukkan bahwa varian BBM ini kosong di tangki.
Produk lain seperti Shell Super masih dipasarkan, namun dalam jumlah yang terbatas. Situasi ini membuat sebagian pengguna kendaraan dengan kebutuhan oktan tinggi perlu mencari alternatif di jaringan BBM lain.
Kelangkaan ini diperkirakan berkaitan dengan jadwal distribusi yang belum merata atau faktor logistik yang mempengaruhi pasokan Shell pada akhir pekan terakhir bulan Februari. Walaupun demikian, secara keseluruhan pasokan BBM nasional masih terbilang aman dan aktivitas distribusi masih berjalan lancar.
Harga BBM Swasta Lainnya: BP dan Vivo
Selain Shell, jaringan SPBU non-Pertamina lainnya seperti BP-AKR dan Vivo juga menyesuaikan harga BBM mereka sejak awal Februari. Penyesuaian harga ini sejalan dengan tren penurunan harga BBM di Indonesia saat ini, sehingga varian utama dari BP 92 hingga BP Ultimate Diesel dipasarkan pada kisaran harga Rp12.050 hingga Rp13.600 per liter.
Sedangkan di jaringan Vivo, varian seperti Revvo 92 dan Revvo 95 dijual pada harga sekitar Rp12.050 hingga Rp12.500 per liter. Diesel Primus Plus sendiri dipasarkan di angka Rp13.610 per liter.
Penyesuaian harga tersebut menunjukkan adanya sinkronisasi antara produsen dan jaringan distribusi swasta dengan tren pasar energi, yang juga dipengaruhi oleh kondisi global maupun dinamika permintaan konsumen. Hal ini memberi masyarakat lebih banyak pilihan dalam menentukan BBM sesuai kebutuhan kendaraan masing-masing.
Harga BBM di Seluruh Wilayah Indonesia
Pantauan terhadap daftar harga BBM menyeluruh juga menunjukkan variasi harga antara wilayah satu dengan wilayah lain, tetapi umumnya mengikuti pola yang ditetapkan oleh Pertamina sejak 1 Februari 2026.
Di wilayah Sumatera dan sekitarnya, harga BBM seperti Pertamax Turbo berada pada Rp13.000 hingga Rp13.250 per liter tergantung kota atau provinsi. Sedangkan di Jawa dan Bali, harga Pertamax Turbo dijual sekitar Rp12.700 per liter. Variasi ini terjadi karena perbedaan struktur biaya distribusi dan logistik antar wilayah.
Di wilayah Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Papua, harga BBM juga disesuaikan mengikuti tren nasional, namun tetap mempertahankan ketersediaan stok yang cukup untuk memenuhi kebutuhan lokal. BBM subsidi seperti Pertalite tetap stabil di Rp10.000 per liter hampir di seluruh daerah, sementara BBM non-subsidi tetap berada pada kisaran yang telah ditetapkan sebelumnya.
Respons Masyarakat dan Peluang Kebijakan Energi
Kestabilan harga BBM yang terlihat pada per 21 Februari 2026 mendapat respons beragam dari masyarakat pengguna kendaraan. Banyak pengendara menyatakan bahwa harga BBM bersubsidi yang stabil sangat membantu dalam mengatur anggaran transportasi sehari-hari, terutama menjelang Ramadan.
Sementara itu pengguna kendaraan dengan kebutuhan oktan tinggi cenderung merasakan dampak dari keterbatasan stok di jaringan tertentu seperti Shell, sehingga beberapa dari mereka memilih untuk beralih ke jaringan lain yang lebih lengkap stoknya.
Pakar energi juga mencatat bahwa kebijakan penyesuaian harga BBM yang dilakukan awal bulan ini membantu menjaga keseimbangan antara stabilitas ekonomi domestik dengan kebutuhan pasokan energi. Fleksibilitas dalam penyesuaian harga BBM non-subsidi diharapkan mampu menyerap efek fluktuasi harga minyak dunia, tanpa membebani masyarakat secara langsung.