IHSG Diprediksi Naik Hari Ini 25 Februari 2026, Pantau Saham Potensial

Rabu, 25 Februari 2026 | 11:34:03 WIB
IHSG Diprediksi Naik Hari Ini 25 Februari 2026, Pantau Saham Potensial

JAKARTA - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selalu menjadi sorotan investor, terutama ketika pasar menghadapi tekanan global. 

Pada perdagangan Rabu, 25 Februari 2026, analis memperkirakan IHSG memiliki peluang menguat setelah sebelumnya turun 1,37% ke posisi 8.280 pada Selasa, 24  Februari 2026. 

Penurunan ini dipicu oleh tekanan jual dari saham energi, consumer siklikal, dan infrastruktur. Meskipun demikian, sejumlah saham pilihan berpotensi mempertahankan tren bullish, menjadi fokus para investor yang ingin memanfaatkan momen penguatan.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menyampaikan bahwa IHSG masih berpeluang menguat apabila mampu bertahan di level 8.170. “Best case, IHSG membentuk bagian dari wave © dari wave [x] menuju posisi 8.440-8.503. 

Namun, waspadai koreksi lanjutan di rentang 8.149-8.217,” jelas Herditya. Ia menambahkan, level support berada di 8.170 dan 8.025, sedangkan resistance di 8.408 dan 8.596. Sementara itu, riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas memprediksi penguatan IHSG akan terbatas, dengan support-resistance di kisaran 8.200-8.330.

Rekomendasi Saham Pilihan

Beberapa saham dinilai potensial untuk perdagangan hari ini. PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), dan PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG). 

Herditya dari MNC Sekuritas menambahkan saham PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA), PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), PT Rukun Raharja Tbk (RAJA), dan PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) sebagai pilihan menarik.

Saham ERAA, menurut Herditya, menunjukkan penguatan ke 428 dengan peningkatan volume pembelian. 

Posisi ERAA diperkirakan berada pada wave [iv] dari wave 1, sehingga investor bisa melakukan Spec Buy pada kisaran 416-422 dengan target price 452-464 dan stoploss di bawah 412. Sedangkan saham MBMA direkomendasikan Buy on Weakness pada 815-865, dengan target 970-1.015 dan stoploss di bawah 765.

Saham RAJA terkoreksi 4,89% ke 4.670, membentuk wave [iv] dari wave 1. Strategi Buy on Weakness disarankan di kisaran 4.130-4.540, target price 5.250-5.825, stoploss di bawah 3.990. Saham RATU terkoreksi 6,05% ke 7.375, membentuk wave [iv] dari wave C dari wave (B). Buy on Weakness dianjurkan pada 6.625-6.975, target price 8.500-9.500, stoploss di bawah 5.750.

Tekanan dan Sentimen Pasar

Penurunan IHSG kemarin didorong oleh sektor energi yang melemah 3,51%, consumer siklikal turun 3,12%, dan infrastruktur turun 2,29%. Sektor keuangan menjadi satu-satunya yang mencatat penguatan tipis 1,0002%. Sementara itu, sektor basic materials turun 1,23%, industri 1,89%, properti 2,19%, teknologi 1,77%, transportasi 1%, dan kesehatan 1,24%.

Herditya menjelaskan, sentimen global seperti ketidakpastian kebijakan Amerika Serikat dan memanasnya geopolitik Timur Tengah turut memengaruhi tekanan jual di pasar saham domestik. Investor perlu cermat melihat pergerakan IHSG, terutama saham-saham konglomerasi yang memberi tekanan tambahan.

Volume perdagangan Selasa mencapai 60,75 miliar saham dengan nilai transaksi Rp29,51 triliun dan frekuensi perdagangan 3,41 juta kali. Sebanyak 567 saham melemah, 153 saham menguat, dan 99 saham stagnan. Level tertinggi intraday sempat menembus 8.437, sedangkan posisi terendah menyentuh 8.259.

Strategi Investasi dan Rekomendasi Teknikal

Dengan tekanan global dan volatilitas pasar, strategi teknikal menjadi penting. Investor disarankan memantau saham dengan tren bullish, serta memanfaatkan momentum penguatan IHSG untuk masuk posisi buy on weakness atau spec buy. Herditya menekankan pentingnya mematuhi level stoploss untuk mengantisipasi koreksi lanjutan.

Selain itu, memilih saham dengan fundamental kuat seperti ERAA, MBMA, RAJA, dan RATU memungkinkan investor menjaga portofolio tetap defensif, sekaligus memanfaatkan peluang kenaikan harga. Rekomendasi teknikal ini memberikan panduan bagi trader harian maupun investor jangka menengah yang ingin meraih keuntungan optimal.

IHSG berpotensi menguat pada Rabu, 25 Februari 2026, namun investor tetap harus waspada terhadap kemungkinan koreksi. 

Mengikuti rekomendasi saham dari beberapa sekuritas dapat membantu memaksimalkan peluang di pasar saham yang sedang fluktuatif. Analisis teknikal dan pengelolaan risiko tetap menjadi kunci agar keputusan investasi tepat dan sesuai profil risiko masing-masing.

Meski pasar masih diwarnai tekanan jual di beberapa sektor, saham pilihan seperti ERAA, MBMA, RAJA, dan RATU menunjukkan potensi penguatan, sehingga layak dicermati.

 Investor disarankan menyesuaikan strategi dengan kondisi IHSG, menggunakan level support dan resistance sebagai acuan, dan selalu memantau sentimen global yang memengaruhi pasar.

Terkini