JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Selasa, 24 Februari 2026, dengan pelemahan 1,37% di posisi 8.280, menunjukkan sentimen pasar yang cenderung negatif.
Meskipun demikian, pasar saham tetap menyisakan sejumlah peluang bagi investor yang ingin memanfaatkan tren bullish pada saham tertentu. Menyimak rekomendasi saham hari ini, Rabu, 25 Februari 2026, bisa membantu investor dalam menentukan strategi yang lebih tepat.
IHSG sempat menyentuh level tertinggi intraday 8.437 pada pagi hari, sebelum akhirnya bergerak menurun dan menutup nyaris di posisi terendah intraday 8.259.
Sektor yang menjadi pendorong pelemahan antara lain saham energi, saham konsumen non-primer, dan saham infrastruktur, masing-masing melemah hingga 3,51%, 3,12%, dan 2,29%.
Volume perdagangan cukup tinggi, mencapai 60,75 miliar saham dengan nilai transaksi total Rp29,51 triliun dan frekuensi perdagangan 3,41 juta kali. Dari total 819 saham yang diperdagangkan, sebanyak 567 saham melemah, 153 saham menguat, dan 99 saham stagnan.
Kondisi ini mencerminkan dominasi aksi jual, namun investor masih bisa menemukan saham potensial yang berpeluang melanjutkan tren naik.
Rekomendasi Saham Hari Ini Berdasarkan Broker
Berikut ini rangkuman saham pilihan dari sejumlah broker yang dapat menjadi perhatian investor:
BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan MBMA, TAPG, dan WIRG sebagai saham yang memiliki prospek menguat.
BNI Sekuritas menyoroti MBMA, AMMN, TINS, ANTM, HRUM, dan ASII sebagai pilihan yang layak dicermati.
Phillip Sekuritas memfokuskan pada TAPG dan TLKM, mengindikasikan adanya peluang pergerakan positif pada saham-saham ini.
MNC Sekuritas menyoroti ERAA, MBMA, RAJA, dan RATU yang berpotensi melanjutkan tren bullish.
GS International Sekuritas menyarankan BMRI, ISAT, TLKM, MBMA, UNTR, dan PTPP sebagai saham yang menarik untuk diperhatikan.
Phintraco Sekuritas memberikan rekomendasi pada BMRI, ADHI, PTPP, BRIS, dan TLKM.
Panin Sekuritas mengusulkan AVIA, MTEL, dan MAP sebagai pilihan yang dapat menjadi sasaran investor.
Mirae Asset Sekuritas menyoroti ADMR, KIJA, dan RATU, dengan potensi pergerakan harga yang positif.
Analisis Tren dan Peluang Pasar
Walaupun IHSG berada di zona merah, saham-saham pilihan tersebut menunjukkan potensi untuk melanjutkan tren bullish, terutama bagi investor jangka pendek maupun menengah.
Saham MBMA menjadi pilihan yang konsisten muncul dalam rekomendasi banyak broker, menunjukkan adanya sentimen positif yang kuat di pasar. Saham-saham sektor energi dan infrastruktur seperti TLKM, PTPP, dan ADHI juga menjadi sorotan karena kemungkinan rebound setelah koreksi.
Investor dianjurkan memantau pergerakan harga saham secara real-time dan mengombinasikan analisis teknikal dengan rekomendasi broker. Dengan strategi ini, peluang untuk memanfaatkan pergerakan harga yang fluktuatif dapat lebih optimal.
Faktor yang Mempengaruhi Pergerakan Saham
Beberapa faktor memengaruhi tren pergerakan saham di pasar Indonesia. Pertama, sentimen global termasuk fluktuasi harga komoditas dan kondisi ekonomi internasional dapat berdampak langsung pada sektor energi dan industri primer.
Kedua, kebijakan pemerintah terkait infrastruktur dan investasi juga memengaruhi saham sektor konstruksi dan utilitas.
Selain itu, laporan keuangan perusahaan dan pengumuman korporasi, termasuk dividen dan akuisisi, menjadi indikator penting bagi investor. Pergerakan saham secara signifikan sering dipengaruhi oleh kombinasi faktor fundamental dan teknikal, sehingga pemahaman menyeluruh terhadap kondisi pasar sangat penting.
Strategi Investasi Berdasarkan Rekomendasi Saham
Investor dapat memanfaatkan rekomendasi saham hari ini untuk menyusun strategi investasi. Saham-saham unggulan yang muncul di berbagai broker, seperti MBMA, TLKM, BMRI, dan PTPP, dapat dijadikan portofolio inti.
Investor jangka pendek bisa memanfaatkan momentum harga untuk trading, sementara investor jangka panjang dapat menambah saham ini sebagai aset untuk diversifikasi portofolio.
Pemantauan secara konsisten terhadap volume perdagangan, harga penutupan, serta tren harian juga dianjurkan. Dengan begitu, investor mampu mengambil keputusan lebih cepat ketika terjadi perubahan sentimen pasar yang signifikan.
Tips Memilih Saham
Meski IHSG menutup perdagangan di zona merah, masih ada peluang bagi investor untuk menargetkan saham-saham dengan prospek bullish. Menyimak rekomendasi dari berbagai broker memberikan panduan penting untuk menentukan pilihan saham yang potensial.
Saham seperti MBMA, TAPG, TLKM, BMRI, dan PTPP menonjol karena konsistensi muncul di daftar rekomendasi dan prospek fundamental yang baik.
Tips bagi investor, pertama, selalu lakukan analisis teknikal dan fundamental sebelum membeli saham. Kedua, perhatikan volume perdagangan dan frekuensi transaksi sebagai indikator likuiditas. Ketiga, gunakan strategi diversifikasi untuk meminimalkan risiko.
Keempat, pantau berita dan sentimen pasar yang memengaruhi saham pilihan. Dengan langkah-langkah ini, investor dapat memanfaatkan peluang pasar dengan lebih optimal, meskipun IHSG sedang mengalami koreksi.