Harga BBM Pertamina 25 Februari 2026 Turun, Ini Daftar Terbarunya di SPBU Seluruh Indonesia

Rabu, 25 Februari 2026 | 12:46:27 WIB
Harga BBM Pertamina 25 Februari 2026 Turun, Ini Daftar Terbarunya di SPBU Seluruh Indonesia

JAKARTA - Daftar terbaru harga bahan bakar minyak (BBM) Pertamina untuk Rabu, 25 Februari 2026 menunjukkan adanya penurunan pada sejumlah varian nonsubsidi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di seluruh Indonesia. Penyesuaian harga ini merupakan bagian dari kebijakan yang merujuk pada formula harga dasar oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), yang dituangkan dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022 sebagai perubahan terhadap ketentuan sebelumnya.

Penurunan Harga BBM Nonsubsidi Beragam

Penurunan harga tampak pada beberapa jenis BBM nonsubsidi seperti Pertamax, Pertamax Turbo, Pertamax Green 95, Dexlite, dan Pertamina Dex. Untuk wilayah dengan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) 5 persen—termasuk DKI Jakarta dan sekitarnya—harga Pertamax kini dibanderol di angka Rp11.800 per liter, turun dari Rp12.350 per liter. Sementara itu, Pertamax Turbo turun menjadi Rp12.700 per liter dari Rp13.400 per liter, dan Pertamax Green 95 kini dipasarkan seharga Rp12.450 per liter dibanding Rp13.150 per liter sebelumnya.

Selain itu, Dexlite kini dijual seharga Rp13.250 per liter, turun dari Rp13.500 per liter. Pertamina Dex juga mengalami koreksi harga menjadi Rp13.500 per liter dari Rp13.600 per liter. Penurunan ini mengikuti tren penyesuaian harga yang diberlakukan sejak awal Februari 2026 berdasarkan formula harga dasar ESDM.

Harga BBM Subsidi Tetap Stabil

Berbeda dengan BBM nonsubsidi, harga BBM bersubsidi di seluruh Indonesia tidak mengalami perubahan pada periode ini. Pertalite dipatok tetap di harga Rp10.000 per liter, sementara Bio Solar masih dijual di kisaran Rp6.800 per liter. Stabilnya harga kedua jenis BBM ini memberikan kepastian harga bagi konsumen yang menggunakan varian bahan bakar bersubsidi di berbagai wilayah.

Rincian Harga BBM Pertamina per Wilayah

Penyesuaian harga BBM nonsubsidi yang terjadi bersifat berbeda-beda di setiap provinsi di Indonesia. Di Sumatera misalnya, Pertalite tetap Rp10.000 per liter, Pertamax berkisar antara Rp12.100–Rp12.400 per liter, dan Pertamax Turbo berada di angka Rp13.000–Rp13.250 per liter tergantung wilayahnya. Di Free Trade Zone (FTZ) Sabang dan Batam, harga BBM juga bervariasi di tengah penurunan nasional.

Sementara itu, pada wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur, daftar harga BBM nonsubsidi menunjukkan penyesuaian yang sama seperti wilayah PBBKB 5 persen, dengan Pertamax di Rp11.800 per liter dan Pertamax Turbo Rp12.700 per liter. Di luar Pulau Jawa, seperti Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua, harga juga mengikuti standar nasional, dengan variasi kecil sesuai kondisi regional.

Efek Penyesuaian Harga terhadap Konsumen dan Industri

Penurunan harga BBM nonsubsidi ini turut direspons positif oleh sebagian kalangan yang merasakan dampak langsung terhadap biaya operasional kendaraan pribadi maupun usaha transportasi. Selain itu, koreksi harga BBM non-subsidi dapat membantu menekan inflasi biaya energi di berbagai sektor, seperti logistik dan angkutan barang, yang cenderung sensitif terhadap perubahan harga BBM.

Namun demikian, sejumlah pihak juga mengingatkan bahwa pergerakan harga BBM perlu terus diawasi mengingat volatilitas harga minyak dunia dan fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing yang dapat berdampak pada harga jual eceran BBM di dalam negeri. Hal ini menunjukkan dinamika sektor energi yang kompleks antara kebijakan pemerintah, kondisi pasar global, dan kebutuhan domestik.

Tips Cek Harga Sesuai Lokasi

Karena harga BBM dapat berbeda setiap provinsi, masyarakat disarankan untuk selalu memeriksa daftar harga terbaru melalui aplikasi resmi atau situs SPBU setempat sebelum melakukan pengisian bahan bakar. Dengan pengecekan yang tepat, konsumen dapat mengantisipasi perbedaan harga yang terjadi pada wilayah tertentu, terutama di luar Pulau Jawa.

Terkini