Masyarakat Tionghoa Bagikan 10.000 Paket Sembako Murah Selama Bulan Ramadhan di Bandung

Kamis, 26 Februari 2026 | 11:41:33 WIB
Masyarakat Tionghoa Bagikan 10.000 Paket Sembako Murah Selama Bulan Ramadhan di Bandung

JAKARTA - Masyarakat Tionghoa Peduli (MTP) menyalurkan sebanyak 10.000 paket sembako murah kepada warga di Kota Bandung selama bulan puasa Ramadhan 1447 Hijriah sebagai upaya membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Program pasar sembako murah tersebut digelar di sejumlah titik dan menjadi kegiatan rutin tahunan yang melibatkan organisasi serta paguyuban Tionghoa di Kota Bandung. Melalui kegiatan ini, masyarakat dapat membeli paket sembako berisi 5 kilogram beras, minyak goreng satu liter, dan mi instan lima bungkus dengan harga Rp 60 ribu per paket.

Koordinator Kegiatan Masyarakat Tionghoa Peduli (MTP) Herman Widjaja mengatakan bersama organisasi dan paguyuban Tionghoa di Kota Bandung menggelar kembali pasar sembako murah. Ia menyebut pihaknya menyiapkan 10 ribu paket sembako murah yang akan disalurkan di 10 titik.

Kegiatan Digelar di Sepuluh Titik

Sebanyak 10.000 paket sembako murah direncanakan didistribusikan di sepuluh lokasi berbeda di Kota Bandung selama Ramadhan. Kegiatan perdana dilaksanakan di halaman Kodim 0618 Kota Bandung dan langsung mendapat respons positif dari masyarakat.

"Pada kegiatan perdana hari ini di Kodim Kota Bandung, kami telah mendistribusikan kurang lebih 1.100 paket sembako. Selain pembagian paket, kami juga menyelenggarakan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat sekitar," ucap dia di halaman Kodim 0618, Kota Bandung saat pasar sembako murah, Rabu (25 Februari 2026).

Selain penyaluran paket sembako murah, panitia juga menyediakan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat sekitar lokasi kegiatan sebagai bentuk kepedulian sosial selama bulan puasa.

Program ini diharapkan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan, terutama mereka yang terdampak kenaikan harga bahan pokok menjelang Ramadhan.

Upaya Meringankan Beban Warga

Herman mengatakan kegiatan pasar sembako murah digelar rutin tiap tahun untuk meringankan beban masyarakat yang membutuhkan. Ia mengucapkan terima kasih kepada para donatur yang terlibat dalam kegiatan itu.

Menurutnya, dukungan dari berbagai pihak memungkinkan kegiatan sosial tersebut dapat terus berjalan dari tahun ke tahun. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan membantu masyarakat memperoleh bahan pokok murah, tetapi juga memperkuat kepedulian sosial lintas komunitas.

Pasar sembako murah tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi masyarakat Tionghoa dalam membantu warga menjalani bulan Ramadhan dengan lebih ringan secara ekonomi.

Dengan jumlah paket yang cukup besar dan tersebar di berbagai lokasi, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan manfaat bagi ribuan keluarga di Kota Bandung.

Warga Sambut Baik Sembako Murah

Salah seorang warga asal Kelurahan Ancol Sona sangat mendukung adanya pasar sembako murah. Ia menilai keberadaannya dapat membantu masyarakat kurang mampu untuk membeli sembako.

"Bagus, membantu masyarakat yang kurang mampu, harga terjangkau. Satu paket beras 5 kilogram, minyak satu liter dan mi lima pieces Rp 60 ribu," ucap dia ditemukan di Kodim 0618 Bandung.

Ia menyebut harga beras di pasar tradisional bisa mencapai Rp 15.500 hingga Rp 16.500 per kilogram. Sedangkan minyak goreng minyakita bisa mencapai Rp 19 ribu per liter dan mie satu bungkus Rp 3.500.

Perbandingan harga tersebut menunjukkan bahwa paket sembako murah memberikan penghematan yang cukup besar bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

"Beli sembako murah Rp 60 ribu, kalau di pasar bisa mencapai Rp 100 ribu," kata dia.

Diharapkan Terus Berlanjut

Program pasar sembako murah diharapkan dapat terus dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang karena manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.

Kegiatan sosial seperti ini dinilai penting terutama saat bulan Ramadhan, ketika kebutuhan rumah tangga meningkat sementara harga bahan pokok cenderung naik.

Melalui kegiatan pasar sembako murah, masyarakat yang membutuhkan dapat memperoleh bahan pangan pokok dengan harga lebih terjangkau tanpa harus mengurangi kebutuhan sehari-hari.

Dengan adanya dukungan donatur dan partisipasi berbagai organisasi, kegiatan ini diharapkan tetap menjadi agenda rutin yang membantu menjaga daya beli masyarakat selama bulan puasa Ramadhan.

Terkini