PANAS BUMI

PGEO dan PLN Perkuat Sinergi Dorong Panas Bumi Sulawesi–Sumatra

PGEO dan PLN Perkuat Sinergi Dorong Panas Bumi Sulawesi–Sumatra
PGEO dan PLN Perkuat Sinergi Dorong Panas Bumi Sulawesi–Sumatra

JAKARTA - Kolaborasi kedua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) dan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) kembali diperkuat dengan tujuan mempercepat pengembangan energi panas bumi di wilayah Sulawesi dan Sumatra demi mendorong percepatan transisi energi nasional yang lebih bersih dan berkelanjutan.

PGE dan PLN: Sinergi untuk Transisi Energi Bersih

Dalam pertemuan yang berlangsung di Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Lahendong, Tomohon, kunjungan tim dari PT PLN (Persero) mencerminkan langkah strategis kedua perusahaan untuk memperkuat kemitraan dalam pengembangan potensi panas bumi di Indonesia bagian timur dan barat. Sinergi ini menjadi bagian dari upaya memperluas jaringan energi bersih, mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, serta mendukung target nasional dalam penurunan emisi karbon.

Direktur Operasi PGEO, Andi Joko Nugroho menyatakan bahwa kunjungan tersebut merupakan bentuk nyata kerja sama kedua pihak dalam mengembangkan potensi panas bumi, termasuk membahas pembaruan dokumen teknis sejumlah proyek serta pengembangan strategis di wilayah Sulawesi dan Sumatra.

Optimalisasi Proyek Eksisting dan Kemitraan Strategis

Di sela pertemuan tersebut, dokumen teknis terkait proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lahendong unit 7 dan 8 menjadi salah satu fokus utama. Selain itu, Perjanjian Jual Beli Uap (PJBU) untuk PLTP Kotamobagu unit I sampai IV turut dibahas guna memastikan kelancaran pasokan uap panas bumi sebagai bahan bakar utama pembangkit listrik. Pengembangan WKP Sungai Penuh juga menjadi topik penting dalam diskusi kedua perusahaan.

PLTP Lahendong sendiri telah beroperasi sejak tahun 2001 dan berperan signifikan dalam memenuhi kebutuhan listrik regional. Pembangkit ini kini menjadi salah satu tulang punggung sistem kelistrikan setempat, menyuplai hingga 24 persen kebutuhan listrik di wilayah Sulawesi Utara.

Menjaga Ketahanan Energi Nasional

Andi Joko berharap sinergi yang semakin kuat akan memampukan PGEO untuk terus menjalankan perannya dalam menjaga ketahanan energi nasional sekaligus mempercepat transisi menuju energi bersih. Hal ini dilihat sebagai langkah penting untuk mendukung upaya pemerintah dalam mencapai target nasional Net Zero Emission.

“Kami juga ingin memastikan peran dalam mendukung target Net Zero Emission melalui pengembangan energi bersih berbasis panas bumi,” tegas Andi dalam keterangannya.

Kapasitas Terpasang dan Capaian Operasional PGEO

Hingga kini, PGEO secara konsolidasi mengelola kapasitas terpasang panas bumi mencapai 1.932 Megawatt (MW), yang setara dengan sekitar 70 persen dari total kapasitas panas bumi terpasang nasional. Energi panas bumi yang dihasilkan ini mampu memproduksi listrik sebesar 4.827 gigawatt hour (GWh) pada tahun 2024, yang cukup untuk memasok kebutuhan listrik bersih lebih dari 2 juta rumah tangga di seluruh Indonesia.

Angka tersebut menunjukkan kontribusi signifikan PGEO dalam upaya pengembangan energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia, sekaligus memperkuat posisi panas bumi sebagai sumber energi masa depan yang andal dan ramah lingkungan.

Perkembangan Terkini di PGEO Selain Kerja Sama

Selain sinergi dengan PT PLN, PGEO juga mengumumkan rencana pelaksanaan program Management and Employee Stock Option (MESOP) sebanyak 210,77 juta saham yang akan dilaksanakan dalam tiga tahap. Program ini dirancang untuk memberi opsi saham kepada karyawan dan manajemen sebagai bagian dari strategi perusahaan dalam meningkatkan keterlibatan sekaligus insentif tenaga kerja. Periode pelaksanaan program MESOP direncanakan berlangsung selama 30 hari bursa, mulai tanggal 24 Februari 2026.

Perincian harga pelaksanaan MESOP mencakup Tahap I sebesar Rp648 per saham, Tahap II sebesar Rp1.087 per saham, serta Tahap III sebesar Rp838 per saham, mencerminkan rencana strategis perusahaan dalam penerapan program kewenangan opsi saham tersebut.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index