HARGA BBM

Pertamina Turunkan Harga BBM Non-Subsidi Secara Nasional, Harga Pertamax Jumat 20 Februari 2026

Pertamina Turunkan Harga BBM Non-Subsidi Secara Nasional, Harga Pertamax Jumat 20 Februari 2026
Pertamina Turunkan Harga BBM Non-Subsidi Secara Nasional, Harga Pertamax Jumat 20 Februari 2026

JAKARTA - Pemerintah melalui PT Pertamina (Persero) kembali melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) jenis non-subsidi di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) perusahaan pelat merah pada Jumat, 20 Februari 2026, yang berdampak pada harga beberapa produk utama seperti Pertamax, Pertamax Turbo, Pertamax Green 95, Dexlite, dan Pertamina Dex mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya. Penyesuaian ini merupakan bagian dari kebijakan reguler perusahaan mengikuti dinamika harga minyak dunia dan formula dasar perhitungan harga BBM di Indonesia.

Penurunan Harga BBM Non-Subsidi Secara Nasional

Penurunan harga BBM non-subsidi ini berlaku untuk banyak wilayah di Indonesia. Untuk wilayah dengan PBBKB 5 persen seperti DKI Jakarta dan sekitarnya, harga Pertamax kini dibanderol Rp11.800 per liter turun dari Rp12.350 per liter, sedangkan Pertamax Turbo turun menjadi Rp12.700 per liter dari sebelumnya Rp13.400 per liter. Produk lain seperti Pertamax Green 95 kini dijual Rp12.450 per liter, Dexlite Rp13.250 per liter, dan Pertamina Dex Rp13.500 per liter, semuanya mengalami penurunan harga dibandingkan periode sebelumnya. Sementara itu, BBM bersubsidi seperti Pertalite tetap stabil di Rp10.000 per liter dan Solar subsidi di Rp6.800 per liter.

Harga BBM di Berbagai Wilayah Indonesia

Harga BBM Pertamina bervariasi menurut wilayah di Indonesia mengikuti besaran biaya distribusi, pajak, dan kebijakan setempat. Di wilayah Sumatera Utara dan Aceh, harga Pertamax dipatok Rp12.100 per liter, dengan Pertamax Turbo Rp13.000 per liter serta Pertamina Dex Rp13.800 per liter. Sedangkan di Free Trade Zone (FTZ) Sabang, harga Pertamax lebih rendah di Rp11.100 per liter, dan harga Dexlite dipatok Rp12.350 per liter. Di provinsi seperti Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau, harga Pertamax mencapai Rp12.400 per liter, Pertamax Turbo Rp13.250 per liter, serta Pertamina Dex mencapai Rp14.100 per liter.

Sementara di kawasan Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara Barat, harga Pertamax ditetapkan pada Rp11.800 per liter, Pertamax Turbo Rp12.700 per liter, dan Pertamax Green 95 Rp12.450 per liter. BBM jenis diesel seperti Dexlite dibanderol Rp13.250 per liter, dan Pertamina Dex Rp13.500 per liter. Daerah seperti Nusa Tenggara Timur mengikuti tren yang hampir sama tetapi harga Pertamax sedikit lebih tinggi, mencapai Rp12.100 per liter.

Perjalanan harga BBM di wilayah Kalimantan dan Sulawesi memperlihatkan variasi tipis: harga Pertamax umumnya Rp12.100 per liter, dengan Pertamax Turbo di angka Rp13.000 per liter dan Dexlite Rp13.550 per liter. Di Kalimantan Selatan dan Utara, harga Pertamax sedikit lebih tinggi di Rp12.400 per liter sementara Pertamina Dex mencapai Rp14.100 per liter. Daerah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, dan Sulawesi Barat juga mencatat harga BBM yang relatif stabil dengan tren penurunan serupa.

Di Maluku, Maluku Utara, dan Papua, harga Pertamax untuk BBM non-subsidi ada di kisaran Rp12.100 per liter, dan di beberapa daerah harga Dexlite dipatok Rp13.550 per liter, sementara Pertamina Dex umumnya berada di Rp13.800 per liter untuk wilayah yang mencakup Papua Barat dan Papua Barat Daya.

Respons Masyarakat terhadap Penyesuaian Harga

Penurunan harga BBM non-subsidi seperti Pertamax dan produknya disambut positif oleh sebagian besar pengguna kendaraan bermotor. Tampaknya penyesuaian ini membantu meringankan beban biaya operasional harian terutama menjelang masa puncak kebutuhan energi pada periode tertentu seperti mendekati bulan Ramadan. Kebijakan seperti ini juga menjadi acuan masyarakat yang terbiasa memantau perubahan harga BBM secara reguler, khususnya untuk perencanaan anggaran transportasi.

Beberapa pengendara yang rutin mengisi BBM jenis non-subsidi menganggap penurunan harga ini sebagai kesempatan untuk menghemat pengeluaran sehari-hari, terutama pengguna kendaraan roda dua dan empat yang sering melakukan perjalanan jarak jauh. Penyesuaian harga ini juga dinilai konsisten dengan kebijakan pemerintah dan formula perhitungan harga BBM yang mempertimbangkan harga minyak mentah dunia, nilai tukar mata uang, biaya logistik, dan pajak.

Prediksi dan Tantangan Harga BBM ke Depan

Analis energi menyatakan bahwa harga BBM di Indonesia akan terus dipengaruhi oleh kondisi global seperti fluktuasi harga minyak mentah dunia dan dinamika permintaan pasar. Penurunan harga yang terjadi pada periode ini merupakan refleksi dari tren turun yang terjadi pada bulan sebelumnya, dan kemungkinan masih akan terus mengalami penyesuaian seiring perubahan pasar global dan kebijakan di sektor energi.

Sebagai bagian dari strategi nasional, Pertamina bersama pemerintah terus memantau perkembangan harga minyak mentah dunia serta kebijakan pajak dan distribusi agar harga BBM domestik tetap kompetitif dan mendukung daya beli masyarakat. Penyesuaian harga secara berkala seperti ini diharapkan dapat menjaga stabilitas ekonomi nasional, khususnya di sektor transportasi dan logistik.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index