MENU SAHUR PRAKTIS

Menu Sahur Praktis Pilih Roti atau Nasi, Ini Fakta Gizinya

Menu Sahur Praktis Pilih Roti atau Nasi, Ini Fakta Gizinya
Menu Sahur Praktis Pilih Roti atau Nasi, Ini Fakta Gizinya

JAKARTA - Pemilihan menu sahur sering menjadi perhatian masyarakat selama bulan Ramadhan, terutama ketika harus menentukan makanan yang praktis sekaligus bergizi seperti nasi atau roti. Kedua jenis makanan ini umum dikonsumsi masyarakat Indonesia, baik sebagai santapan sahur maupun sarapan sehari-hari.

Perbedaan pilihan tersebut sering memunculkan pertanyaan mengenai mana yang lebih sehat dikonsumsi saat sahur, terutama untuk menjaga energi selama menjalani puasa. Penjelasan mengenai hal ini pernah disampaikan oleh dr Zaidul Akbar yang mengulas kandungan gizi dari nasi dan roti sebagai sumber karbohidrat bagi tubuh.

Menurutnya, nasi dan roti merupakan makanan yang sama-sama dapat menjadi sumber energi karena mengandung karbohidrat yang dibutuhkan tubuh untuk beraktivitas.

Karbohidrat Jadi Sumber Energi Tubuh

Pendakwah sekaligus ahli kesehatan herbal dr Zaidul Akbar menjelaskan bahwa nasi dan roti termasuk makanan yang sering dipilih sebagai menu sahur maupun santapan utama sehari-hari.

Dalam penjelasannya, kedua makanan tersebut mengandung karbohidrat yang menjadi sumber zat gizi penting sebagai penghasil energi bagi tubuh.

Karbohidrat sendiri terbagi menjadi dua jenis, yaitu karbohidrat sederhana dan karbohidrat kompleks. Perbedaan jenis karbohidrat ini berpengaruh pada cara tubuh mencerna dan memanfaatkan energi dari makanan yang dikonsumsi.

Karbohidrat sederhana hanya mengandung satu atau dua molekul gula dan umumnya tidak memiliki zat gizi lain. Jenis karbohidrat ini mudah dicerna dan dapat memicu peningkatan kadar gula darah secara cepat karena merangsang produksi hormon insulin.

Contoh karbohidrat sederhana antara lain gula pasir, gula aren, gula tepung, gula kastor, gula batu, sirup, dan karamel.

Peringatan Soal Konsumsi Roti Manis

Dalam penjelasannya, dr Zaidul Akbar mengingatkan agar masyarakat berhati-hati dalam mengonsumsi makanan yang mengandung tambahan gula, termasuk roti dengan rasa manis.

Ia mengatakan, "Kalau bahasa saya segala jenis produk turunannya (gula), berarti kalau roti pakai gula enggak? Pakai. Berarti enggak usah makan," kata dia dalam youtubenya, dikutip 24 Februari 2026.

Menurutnya, roti yang umum dikonsumsi masyarakat biasanya mengandung cukup banyak gula, terutama roti dengan berbagai varian rasa sehingga sebaiknya dibatasi atau dihindari.

Sebagai alternatif, ia menyarankan masyarakat memilih roti gandum yang cenderung memiliki rasa lebih original dan tidak mengandung tambahan gula.

"Kalau tetep (mau) makan roti, ya carilah roti gandum yang tawar, lebih bail," saran dia.

Karbohidrat Kompleks Lebih Stabil Energinya

Karbohidrat kompleks tidak hanya mengandung molekul glukosa tetapi juga zat gizi lain seperti vitamin dan serat yang bermanfaat bagi tubuh.

Dengan kandungan serat tersebut, karbohidrat kompleks dicerna lebih lambat sehingga mampu menyediakan energi secara bertahap dan tidak menyebabkan lonjakan gula darah secara drastis.

Beberapa contoh makanan yang termasuk karbohidrat kompleks di antaranya nasi, kentang, ubi, singkong, jagung, havermut, biskuit, mi, roti, dan tepung.

Karena sifatnya yang dicerna lebih perlahan, makanan dengan karbohidrat kompleks dinilai dapat membantu menjaga stamina selama berpuasa.

Pilihan Nasi atau Roti Saat Sahur

Berdasarkan penjelasan tersebut, nasi dan roti sama-sama termasuk jenis karbohidrat kompleks yang dapat menjadi sumber energi bagi tubuh.

Meski demikian, pemilihan jenis makanan tetap perlu diperhatikan agar lebih sehat, misalnya dengan memilih nasi merah atau roti gandum sebagai alternatif yang lebih baik.

Disebutkan pula bahwa nasi merah memiliki kalori lebih rendah dibandingkan roti putih sehingga dapat menjadi pilihan bagi mereka yang sedang menjaga berat badan atau menerapkan pola makan rendah kalori.

Pada akhirnya, pemilihan menu sahur sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu dan dapat dikonsultasikan lebih lanjut dengan tenaga medis agar mendapatkan pola makan yang paling sesuai.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index