LOGISTIK

Percepatan Perbaikan Jalan dan Jembatan Demi Kelancaran Logistik Sumatera

Percepatan Perbaikan Jalan dan Jembatan Demi Kelancaran Logistik Sumatera
Percepatan Perbaikan Jalan dan Jembatan Demi Kelancaran Logistik Sumatera

JAKARTA - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera terus mempercepat pemulihan konektivitas di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dengan fokus utama pada perbaikan jalan dan jembatan yang rusak akibat bencana. Langkah ini diambil guna memastikan mobilitas warga serta distribusi logistik kembali berjalan normal setelah gangguan yang terjadi beberapa pekan terakhir.

Percepatan Rehabilitasi Konektivitas Pascabencana

Satgas PRR melaporkan bahwa progres perbaikan infrastruktur berjalan signifikan hingga tanggal 23 Februari 2026, khususnya pada jalan dan jembatan yang menjadi urat nadi kehidupan masyarakat di tiga provinsi terdampak bencana tersebut. Menurut data yang dirilis oleh Satgas, pemulihan konektivitas mencakup pula perbaikan listrik, telekomunikasi, base transceiver station (BTS), dan jaringan internet yang sempat terganggu.

Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, menekankan bahwa percepatan pembangunan infrastruktur menjadi kunci utama pemulihan. Saat meninjau penyintas bencana di Pidie Jaya, Aceh, pada 21 Februari 2026, Tito menyoroti pentingnya penyelesaian pembangunan terutama pada jembatan-jembatan penghubung yang rusak akibat bencana agar lalu lintas dan kebutuhan logistik tidak terhambat.

Tito juga menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi intensif dengan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo terkait langkah-langkah percepatan pembangunan jembatan terdampak bencana di Sumatera. Seperti yang ia ungkapkan dalam keterangan tertulis pada 26 Februari 2026, koordinasi tersebut dinilai penting agar perbaikan bisa dilaksanakan dengan tepat dan cepat.

Progres Fungsionalitas Jalan dan Jembatan di Aceh

Di Provinsi Aceh, dari 38 jalan nasional yang terdampak bencana, seluruhnya telah kembali beroperasi secara fungsional. Hal yang sama juga terjadi pada 17 jembatan nasional yang terdampak, di mana semuanya kini sudah dapat digunakan secara fungsional. Sementara itu pada jaringan jalan dan jembatan daerah, dari 1.637 ruas jalan terdampak, sebanyak 1.521 ruas atau 92 persen telah kembali beroperasi fungsional. Sedangkan dari 650 jembatan daerah terdampak, sebanyak 351 jembatan atau 54 persen kini sudah berfungsi kembali.

Pemerintah melalui Kementerian PUPR juga mempercepat penanganan infrastruktur darurat di Aceh. Data per 22 Februari 2026 menunjukkan bahwa sebagian jalan nasional di Aceh telah kembali fungsional melalui penanganan darurat, rekayasa lalu lintas, hingga pemasangan struktur darurat seperti Bailey bridge di titik-titik yang rusak parah.

Status Pemulihan di Sumatera Utara dan Barat

Di Sumatera Utara (Sumut), seluruh 30 jalan nasional terdampak bencana kini sudah beroperasi fungsional. Kelima jembatan nasional yang terdampak juga dilaporkan kembali berfungsi secara normal. Untuk infrastruktur jalan daerah, dari 616 ruas terdampak, 607 ruas atau 98 persen telah beroperasi fungsional. Sedangkan dari 366 jembatan daerah terdampak, 344 jembatan atau 93 persen telah kembali memiliki fungsionalitas penuh.

Sementara itu di Sumatera Barat (Sumbar), total 31 jalan terdampak bencana telah kembali beroperasi. Keseluruhan 13 jembatan nasional terdampak juga berfungsi kembali secara utuh. Pada jaringan jalan daerah, 149 ruas dari 167 ruas terdampak atau sekitar 91 persen sudah beroperasi fungsional. Dari 162 jembatan daerah terdampak, 95 jembatan atau 54,9 persen telah selesai diperbaiki dan dapat dilintasi oleh masyarakat.

Laporan lain menguatkan bahwa total 99 jalan nasional di Aceh, Sumut, dan Sumbar telah kembali berfungsi untuk menjamin kelancaran distribusi logistik serta mobilitas masyarakat di wilayah terdampak bencana.

Pemulihan Listrik dan Telekomunikasi

Selain perbaikan jalan dan jembatan, Satgas PRR juga mencatat tren positif dalam pemulihan pasokan listrik dan jaringan telekomunikasi di tiga provinsi terdampak. Di Sumbar, pasokan listrik telah pulih sepenuhnya, sedangkan di Aceh dan Sumut, hanya tersisa sebagian kecil pelanggan yang masih dalam tahap penanganan. Seluruh BTS yang sebelumnya terdampak di ketiga provinsi kini juga dilaporkan telah berfungsi 100 persen sehingga konektivitas komunikasi masyarakat menjadi lebih stabil.

Tantangan dan Arah Ke Depan

Meski sejumlah besar infrastruktur telah kembali fungsional, para pemangku kepentingan menyadari ada tantangan tersendiri dalam memastikan akses tetap terjaga dan pemulihan terus berlanjut. Kementerian PU menegaskan bahwa menjaga konektivitas menjadi prioritas utama dengan perbaikan yang lebih permanen diharapkan dapat mendukung pemulihan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di wilayah pascagempa atau banjir.

Koordinasi lintas kementerian serta lembaga terus diperkuat setiap harinya agar semua pihak yang terlibat bergerak selaras dalam pelaksanaan tugas masing-masing. Hal ini ditekankan oleh Ketua Satgas PRR sebagai bagian dari upaya memastikan bahwa bantuan serta pembangunan kembali struktur vital di wilayah pascabencana tidak terhambat dan tepat sasaran.

Dengan upaya terkoordinasi tersebut, diharapkan kondisi konektivitas dan distribusi logistik di wilayah Aceh, Sumut, dan Sumbar dapat sepenuhnya pulih dan masyarakat dapat kembali beraktivitas secara normal dalam waktu dekat.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index