Kemenag Siapkan Ribuan Masjid Buka 24 Jam Layani Pemudik Lebaran

Kamis, 26 Februari 2026 | 09:40:53 WIB
Kemenag Siapkan Ribuan Masjid Buka 24 Jam Layani Pemudik Lebaran

JAKARTA - Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) sedang menyiapkan 6.859 masjid di seluruh Indonesia untuk disinggahi pemudik. Program tersebut direncanakan berlangsung H-7 hingga H+7 Idul Fitri.

Program ini diinisiasi Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam lewat Ekspedisi Masjid Indonesia 2026. Nantinya, masjid di jalur mudik difungsikan sebagai tempat transit yang buka 24 jam.

Rencana tersebut dikatkaan ketika Menag Nasaruddin Umar menerima audiensi Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi di Jakarta, Senin (23 Februari 2026) lalu. Pertemuan tersebut jadi bagian penguatan sinergi lintas kementerian untuk mudik yang aman dan nyaman.

Selain itu, koordinasi internal juga dilakukan untuk persiapan masjid dari tingkat pusat sampai Kantor Urusan Agama (KUA) kecamatan. Masjid diharapkan bisa menyiapkan fasilitas yang mencakup ruang istirahat, toilet bersih, air wudhu, ruang laktasi jika memadai, air minum, pengisian daya ponsel gratis, dan area parkir yang nyaman tanpa biaya.

Masjid Disiapkan Sebagai Tempat Transit Pemudik

Keberadaan masjid di jalur mudik diproyeksikan menjadi fasilitas penting bagi masyarakat yang melakukan perjalanan jauh saat Lebaran. Masjid tidak hanya difungsikan sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang singgah sementara bagi pemudik yang membutuhkan waktu istirahat sebelum melanjutkan perjalanan.

Menag berharap masjid juga bisa menyediakan takjil bagi pemudik yang masih melangsungkan puasa Ramadan. Pengelola diimbau menyiapkan minuman hangat agar pengemudi bisa memulihkan stamina sebelum kembali melanjutkan perjalanan.

"Beristirahat sejenak bisa menyelamatkan nyawa, mencegah musibah karena kalau supirnya ngantuk dan nanti nabrak, kecelakaan banyak bisa terjadi," ujar Menag Nasaruddin.

Antisipasi Risiko Kelelahan Selama Mudik

Penggunaan mobil pribadi dan sepeda motor, utamanya di jalur Pantura, Trans Jawa, dan Trans Sumatra yang cukup tinggi, tingkat kelelahan pengemudi menjadi salah satu faktor risiko kecelakaan yang perlu diantisipasi. Oleh sebab itu, masjid berperan strategis tak hanya sebagai tempat ibadah, tapi juga ruang pelayanan publik bagi khususnya para pemudik.

Keberadaan tempat istirahat yang mudah dijangkau diharapkan dapat mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas akibat kelelahan selama perjalanan mudik. Dengan adanya fasilitas tersebut, pemudik diharapkan dapat beristirahat dengan aman dan nyaman.

Agar mudah dikenali, lanjut Menag, masjid yang berpartisipasi akan diberi penanda khusus di jalur utama sehingga pemudik dapat singgah tanpa ragu.

Rumah Ibadah Jadi Ruang Kemanusiaan Terbuka

Bahkan tak hanya masjid, demi melayani pemudik rumah ibadah lain di sejumlah daerah, termasuk gereja misalnya, di wilayah Sumatera Utara dan kawasan Indonesia Timur juga dilibatkan. Pendekatan ini menegaskan bahwa rumah ibadah adalah ruang kemanusiaan yang terbuka, melayani siapa pun tanpa memandang latar belakang agama.

"Adanya program ini, dapat meniru masjid nabi, masjid juga menerima tamu baik muslim dan non muslim, jangan ada diskriminasi. Masjid harus jadi rumah besar kemanusiaan, dan sebagai strategi yang membantu kesuksesan manajemen mudik Lebaran," jelas pria yang juga menjabat sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal itu.

Sinergi Kemenag dan Kemenhub Hadapi Arus Mudik

Pada kesempatan yang sama menurut paparan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, pihaknya sudah menyiapkan sejumlah rencana menghadapi 143 juta pemudik. Di antarany juga menyiapkan masjid sebagai tempat singgah, sebab diperlukan kesesuaian data dengan Kemenag agar terjadi sinergi saat di lapangan.

Kolaborasi antara Kementerian Agama dan Kementerian Perhubungan tersebut diharapkan dapat memperkuat kesiapan pemerintah dalam menghadapi arus mudik Lebaran 2026. Program masjid ramah pemudik menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan keselamatan serta kenyamanan perjalanan masyarakat selama periode Idul Fitri.

Terkini