JAKARTA - Menjaga kondisi tubuh tetap prima saat berkendara di bulan Ramadhan tidak hanya bergantung pada kesiapan fisik, tetapi juga pada perlengkapan yang digunakan. Saat berpuasa, tubuh lebih mudah lelah dan dehidrasi. Karena itu, pemilihan riding gear yang tepat menjadi faktor penting agar perjalanan tetap aman dan nyaman.
Head of Safety Riding Promotion Wahana Agus Sani mengatakan, perlengkapan berkendara memiliki peran penting untuk menjaga stamina saat berpuasa. Menurut dia, perlengkapan yang tepat mampu mengurangi rasa gerah sekaligus menjaga keselamatan pengendara.
Pemilihan perlengkapan yang sesuai dapat membantu pengendara tetap fokus di jalan. Kondisi tubuh yang sedang berpuasa membuat pengendara perlu meminimalkan rasa tidak nyaman selama perjalanan. Riding gear yang mendukung sirkulasi udara menjadi salah satu kunci.
Helm dengan Ventilasi Udara yang Baik
Perlengkapan pertama yang harus diperhatikan adalah helm. Pengendara bisa menggunakan helm full face maupun half face, selama memiliki ventilasi udara yang baik agar tidak membuat pengendara merasa pengap.
“Yang penting helm itu ada ventilasi udaranya, bukan yang bikin kita pengap,” ujar Agus.
Ia menyarankan ventilasi helm dibuka saat berkendara. Sementara itu, visor dapat diangkat ketika berhenti agar sirkulasi udara masuk dan wajah tidak lembab maupun gerah.
Ventilasi yang optimal membantu mengurangi panas di area kepala. Hal ini penting karena rasa pengap bisa memicu ketidaknyamanan dan menurunkan konsentrasi. Dengan helm yang tepat, pengendara bisa tetap fokus meski berkendara dalam kondisi berpuasa.
Jaket Ringan dengan Sirkulasi Optimal
Selain helm, jaket juga menjadi perlengkapan penting yang perlu diperhatikan. Agus menyarankan pengendara menggunakan jaket dengan sirkulasi udara yang baik. Bahan yang ringan namun tetap memiliki fungsi perlindungan menjadi pilihan ideal.
Jika biasanya pakai yang berbahan kulit, bisa dicari yang kombinasi dengan bahan mesh. Jadi saat dipakai berkendara, sirkulasi udara bisa masuk lewat celah bahan tersebut.
Jaket dengan kombinasi bahan mesh memungkinkan udara mengalir lebih lancar. Dengan begitu, tubuh tidak mudah berkeringat berlebihan. Kondisi ini membantu pengendara tetap nyaman selama perjalanan, terutama saat cuaca panas di siang hari.
Perlengkapan yang terlalu tebal justru bisa membuat tubuh cepat lelah. Karena itu, keseimbangan antara perlindungan dan kenyamanan harus menjadi pertimbangan utama.
Sarung Tangan dan Celana yang Nyaman Dipakai
Untuk sarung tangan, Agus menganjurkan memilih model yang tipis dibandingkan sarung tangan tebal yang biasa digunakan untuk touring jarak jauh. Sarung tangan tipis dinilai tetap memberikan perlindungan tanpa membuat tangan cepat panas atau berkeringat.
Pemilihan sarung tangan yang tepat membantu menjaga kenyamanan genggaman setang. Tangan yang terlalu panas atau lembab bisa mengurangi kontrol saat berkendara. Dalam kondisi berpuasa, kenyamanan kecil seperti ini sangat berpengaruh terhadap fokus.
Ia juga menekankan pentingnya penggunaan celana panjang dengan sirkulasi udara yang baik. Material seperti jin dinilai cukup kuat melindungi tubuh sekaligus tetap nyaman digunakan dalam kondisi cuaca panas saat puasa.
Celana berbahan tepat mampu memberikan perlindungan dari gesekan. Di sisi lain, sirkulasi udara tetap terjaga sehingga tidak membuat tubuh semakin gerah. Kombinasi ini penting agar pengendara tidak mudah merasa lelah.
Sepatu dan Persiapan Air Minum Saat Berbuka
Perlengkapan lain yang tak kalah penting adalah sepatu. Agus menyarankan penggunaan boots berkendara dengan bahan breathable agar kaki tetap nyaman selama perjalanan.
Sepatu dengan material yang memungkinkan udara masuk dapat mencegah kaki lembab. Kaki yang nyaman akan membantu pengendara tetap stabil saat mengoperasikan motor. Detail kecil seperti ini sering kali luput dari perhatian.
Selain perlengkapan berkendara, Agus mengingatkan pengendara untuk selalu membawa air minum. Hal ini penting sebagai persiapan jika waktu berbuka tiba saat masih berada di jalan.
“Biasakan siapkan air minum untuk persiapan kalau di jalan masuk waktu berbuka. Jadi tidak repot cari lokasi untuk beli air,” kata Agus.
Membawa air minum menjadi langkah antisipatif yang sederhana namun penting. Pengendara tidak perlu terburu-buru mencari tempat untuk membeli minuman ketika azan maghrib berkumandang. Dengan persiapan yang matang, perjalanan tetap aman dan terkendali.
Dengan perlengkapan yang tepat dan nyaman, pengendara diharapkan dapat tetap fokus, tidak mudah lelah, serta mampu menjaga keselamatan selama berkendara di bulan Ramadhan.