JAKARTA - Sahur menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian ibadah puasa karena berperan menjaga stamina tubuh sekaligus mendukung kualitas ibadah selama Ramadan. Selain memberi energi untuk aktivitas harian, sahur juga membantu menjaga kesehatan sehingga puasa dapat dijalani dengan lebih optimal.
Sahur bukan sekadar rutinitas makan sebelum imsak, tetapi merupakan sumber asupan energi yang digunakan tubuh selama lebih dari setengah hari tanpa makanan dan minuman. Tanpa sahur, seseorang lebih mudah mengalami kelelahan, kurang konsentrasi, dan gangguan kesehatan ringan selama berpuasa.
Selain itu, sahur juga memiliki nilai ibadah yang dianjurkan dalam Islam. Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk makan sahur karena terdapat keberkahan di dalamnya, bahkan meskipun hanya dengan seteguk air.
Sahur Menjadi Sumber Energi Utama
Sahur berfungsi sebagai sumber energi utama bagi tubuh selama menjalani puasa dari terbit fajar hingga waktu berbuka. Asupan makanan bergizi saat sahur membantu tubuh tetap bertenaga dan mampu menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa mudah lemas.
Tubuh memerlukan nutrisi seperti karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral untuk menjaga stamina selama berpuasa. Karbohidrat kompleks misalnya akan memberikan energi secara bertahap sehingga rasa lapar tidak datang terlalu cepat.
Karena itu, melewatkan sahur dapat menyebabkan tubuh kekurangan energi sehingga aktivitas harian menjadi lebih berat. Kondisi ini juga dapat memengaruhi konsentrasi serta produktivitas selama siang hari.
Sahur juga membantu menjaga keseimbangan gula darah sehingga risiko pusing atau lemas saat puasa dapat dikurangi.
Menjaga Kesehatan Selama Puasa
Selain memberikan energi, sahur juga berperan penting dalam menjaga kesehatan tubuh selama menjalankan puasa. Kesempatan makan dan minum yang terbatas membuat sahur menjadi waktu penting untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan cairan tubuh.
Asupan cairan yang cukup saat sahur membantu mencegah dehidrasi selama berpuasa. Dengan tubuh yang terhidrasi dengan baik, seseorang dapat menjalani aktivitas dengan lebih nyaman.
Sahur juga membantu menjaga metabolisme tubuh tetap stabil. Kondisi perut yang terlalu lama kosong dapat memicu gangguan seperti asam lambung, sehingga makan sahur dapat membantu mengurangi risiko tersebut.
Selain itu, makanan bergizi saat sahur juga membantu menjaga daya tahan tubuh sehingga seseorang tidak mudah sakit selama Ramadan.
Mendukung Kualitas Ibadah Puasa
Sahur tidak hanya berkaitan dengan kesehatan fisik, tetapi juga berpengaruh terhadap kualitas ibadah puasa. Tubuh yang sehat dan kuat akan memudahkan seseorang menjalankan berbagai ibadah seperti salat, membaca Al-Qur'an, maupun aktivitas keagamaan lainnya.
Kondisi fisik yang prima membuat seseorang lebih fokus dalam beribadah. Sebaliknya, tubuh yang lemah atau kekurangan energi dapat mengurangi kekhusyukan dalam menjalankan ibadah.
Sahur juga menjadi bagian dari sunnah Rasulullah SAW yang memiliki nilai spiritual tersendiri. Karena itu, melaksanakan sahur bukan hanya bermanfaat bagi kesehatan, tetapi juga bernilai ibadah yang dianjurkan.
Dengan menjalankan sahur secara teratur dan memperhatikan asupan gizi, umat Muslim dapat menjalani puasa dengan lebih baik sekaligus menjaga kualitas ibadah selama bulan Ramadan.
Pentingnya Tidak Melewatkan Sahur
Masih banyak orang yang melewatkan sahur karena merasa tidak lapar atau enggan bangun lebih awal. Padahal, kebiasaan tersebut dapat berdampak pada kondisi tubuh selama berpuasa.
Tanpa sahur, tubuh lebih cepat kehilangan energi sehingga mudah lelah dan sulit berkonsentrasi. Kondisi ini dapat memengaruhi aktivitas kerja maupun ibadah.
Sahur juga membantu tubuh beradaptasi dengan pola makan selama Ramadan. Dengan sahur yang cukup dan bergizi, puasa dapat dijalani dengan lebih nyaman.
Karena itu, sahur sebaiknya tidak dilewatkan agar kebutuhan energi, kesehatan, dan kualitas ibadah selama puasa tetap terjaga.